Selasa, 10 Januari 2012

PUISI KALBU ( Cipt : Tarso Brekel )

berontak
MERAKIT SAMPAN BARU PADA TELAGA BIRU

Rumput pada tepian telaga itu sempat mengering tanpa daun,
Ranting yang menghiasi  pohon cemara itupun sempat patah,
Namun akar akar tetap menjalar mencari kebangkitan,
Burung camar rindu hijau hiasi ranting dan telaga,
Perlahan tatapan ini tajam memandang bunga bunga dari kejauhan,
Teriakan menggaung menggema beranjak dari pinsan kebodohan,
Jejak yang tertinggal kubiarkan terhampar sebagai petunjuk jalan,
Pada putik berhati cantik menemui tangkai yang hilang namun memantau,

Kini perlahan bambu bambu teranyam menjadi satu,
Siap kembali menempuh panjangnya telaga biru
Kicauan burung terasa merdu jadikan semangat baru
Merakit sampan menggayung harapan menembus kepastian,
Selamat tinggal ketidak jelasan,
Selamat datang harapan sinar terang....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar